Oleh: Ustadz Abdullah Taslim Lc.
Durasi : 61:04
Pembahasan Pasal Pertama Hilyah Thalibul Ilmi: Adab seorang penuntut ilmu dalam dirinya.
Berkata Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah, “Ilmu adalah ibadah.”
Termasuk landasan utama dalam pembahasan Hilyah Thalibul ilmu, bahkan semua perkara yang dituntut oleh Allah adalah bahwasanya engkau mengilmui bahwasanya ilmu itu adalah ibadah, bahkan merupakan sebesar-besar ibadah, karena hanya dengan ilmu kita bisa memperbaiki hubungan dengan Allah, bisa menunaikan kewajiban-kewajiban dengan sempurna.
Karena itu janganlah berkecil hati bagi mereka yang tidak dapat menuntut ilmu secara penuh, hal itu bisa diatasi dan jika sungguh-sungguh berusaha memaksimalkan waktu yang ada. Karena Allah akan memberi hidayah sesuai dengan kesungguhan seseorang, sebagaimana Allah berfirman:
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al-Ankabut [29] : 69)
Ibnu Qayyim menafsirkan ayat tersebut mengatakan Allah menggandengkan hidayah dengan kesungguhan manusia. Maka orang yang paling sempurna mendapatkan hidayah adalah orang yang paling besar kesungguhannya.
Sebagai lanjutan dari kajian terdahulu, kajian kedua ini lebih jauh menekankan keutamaan ilmu dan orang-orang yang mempelajari serta mengamalkannya. Seperti apakah keutamaan ilmu itu dan bagaimana meraihnya, serta bagaimana mewujudkan ilmu sebagai ibadah, apakah syarat-syarat yang harus dipenuhinya? Temukan jawabannya dalam kajian ini.



Komentar