Kajian Online


Dengarkan di player anda (winamp, wmp, dll), klik:
http://ngaji-online.sytes.net:8006/listen.pls

Pendengar

Tulis Pertanyaan

Hilyah Thalibil ‘Ilmi

Oleh: Ustadz Abdullah Taslim, Lc

Durasi: 82:35

9.BERSIKAP KSATRIA

Milikilah sifat ksatria, berupa keberanian, tegas dalam mengatakan kebenaran, berakhlak mulia, berkorban demi kebaikan agar engkau disegani orang lain, dan jauhilah sifat-siafat yang sebaliknya berupa tidak tabah, tidak sabar, tidak bermoral. Karena itu menghancurkan ilmu dan menyebabkan lisanmu tidak mau mengatakan sebuah kebenaran, yang berakibat pada pertikain pada saat tersebarnya racun-racun diantara hamba Allah yang shalih.

10.MENJAUHI KEMEWAHAN

Janganlah terus-menerus dalam kemewahan dan kemegahan karena sesungguhnya “sifat sederhana adalah sebagian dari iman”. ( Shahih, riwayat Abu Dawud:4161, Ibnu Majah:4118, ath-Thabrani dalam Mu’jam al-Kabiir:788, al-Baihaqi dalam Syu’bal Iman:V/228, ar-Rayani dalam musnadnya:1237 dari hadits Abu Umamah ).

Inilah yang selalu dinasehatkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam supaya terhindar dari fitnah dunia. Bahkan terkadang beliau memerintahkan untuk berjalan tanpa alas kaki. Dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dari Abu Hurairah yang berkata bahwa Rasulullah Salallahu’alaihi wassalam bersabda: “Ya Allah jadikan rizki dari keluarga Muhammad dari makanan pokok saja.”

Dan dari ‘Aisyah bercerita: “Keluarga Muhammad tidak pernah kenyang, semenjak pindah ke Madinah, dengan makan gandum selama tiga hari berturut-turut samapai mereka meninggal.” (HR. Bukhori Muslim).

Imam Ahmad meriwayatkan dari Husain bin Muhammad bin Muthraf, dari Abu Hazim, dari ‘Urwah yang mendengar ‘Aisyah menceritakan: “Bulan berganti bulan, akan tetapi dirumah kami para istri Rasulullah tidak pernah sekalipun dapur mengepulkan asap. Aku bertanya: “Wahai bibi, bagaimana anda memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari?” Dia menjawab: “Dengan menggandakan kurma dan air tawar.”

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu berkata: “Rasulullah Salallahu’alaihi wassalam tidur di atas selembar tikar, lalu bangun sedang di lambungnya nampak bekas tikar itu.” (HR. Tirmidzi dalam Riyadhush Shalihin:484 oleh imam an-Nawawi)

Inilah kehidupan hamba Allah yang paling mulia dan bertaqwa kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Dan ini menunjukkan bahwa perkara dunia bukanlah hal yang mudah. Nabi bersabda:

“Beruntunglah orang yang masuk islam dan di berikan rizki yang cukup, lalu diberi kepuasan dengan apa yang ada padanya.”(HR. Muslim).

Dari Ka’ab bin Malik radhiallahu’anhu Rasulullah bersabda:

“Tidaklah dua ekor serigala yang lapar yang dikirim ke tempat kambing, itu lebih berbahaya padanya daripada tamaknya seseorang itu pada harta dan kemegahan dalam membahayakan agamanya.” (HR. Tirmidzi).

Dan karena hal tersebut orang-orang kafir diadzab oleh Allah Ta’ala, sebagaimana Allah menceritakan dalam al-Qur’an tentang ucapan orang-orang kafir tersebut.

“Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaan dariku.” ( al-Haaqqah: 28-29).

Kenapa hal ini yang selalu diperingatkan,kenapa Aisyah dan para sahabat radhiallahu’anhum serta para Imam perawih hadits banyak meriwayatkan tentang kehidupan Rasulullah yang seperti tersebut di atas? Ini menggambarkan karena sangat berbahayanya fitnah dunia sehingga Rasulullah yang merupakan manusia yang paling bertakwa memilih kehidupan dunia seperti yang tersebut diatas. Bukan berarti kita dilarang memiliki harta, harus berpenampilan hina. Tapi kita harus berhati-hati terhadap fitnah dunia yang akan dapat merusak agama dengan mencontoh dari kehidupan Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam.

Dan ambillah wasiat dari Amirul Mu’minin ‘Umar bin Khoththob dalam nasehatnya yang masyhur, di dalamnya tetrtulis: “Berhati-hatilah kalian hanyut dalam kemewahan, dan senang berhias dengan mode orang asing, bersikaplah dengan baik dalam agama dan berpakaianlah secara sederhana…..”

Oleh karena itu, hindarilah kepalsuan dunia modern, karena akan menjadikan diri tidak akan henti-henti mengikutinya dan mengendorkan otot serta mengikatmu dengan tali angan-angan. Orang-orang yang bersungguh-sungguh sudah dapat mencapai tujuan mereka, namun engkau masih belum beranjak dari tempatmu, engkau hanya sibuk dengan penampilan pakaianmu. Meskipun pakaian itu tidak haram juga tidak makruh namun itu bukan ciri pakaian orang-orang shalih. Penampilan luar semacam pakaian merupakan tanda penisbatan diri seseorang bahkan itulah jati diri yang sebenarnya. Bukankah pakaian cuma salah satu cara untuk mengungkapkan siapa sebenarnya jati dirinya?

Berhati-hatilah wahai penuntut ilmu dalam berpakaian, karena pakaian itu dapat mengungkapkan kepada orang lain mengenai jati diri anda dalam hal penisbatan, sikap dan perasaan. Dari sini ada sebuah ungkapan: “Penampilan luar menunjukkan kecenderungan hati.” Orang lain akan menggolongkanmu dari pakaianmu, bahkan cara engkau berpakaian pun akan memberikan gambaran bagi orang lain bahwa yang memakainya itu memiliki keteguhan dan kedewasaan ataukah ia seorang zuhud ataukah orang yang kekanak-kanakan dan suka popularitas.

Wallohu a’lam bishshawab.

 
icon for podpress  hilyah thalibil 'ilmi 13: Play Now | Play in Popup | Download

1 comment to Hilyah Thalibil ‘Ilmi

  • ummu habibah

    subhanallah…
    moga dengan tulisan ini
    mampu menggugah kalbu qt
    untuk senantiasa
    hidup dalam kesederhanaan…
    sebagaimana yang Rasulallah teladankan
    amin…

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>