Author: ibnu.abdullah
    15 - November - 2008

    Jadwal Kajian Hilyah Thalibul Ilmi Dimajukan

    Pengumuman bahwa kajian rutin mingguan Hilyah Thalibul Ilmi dimajukan pukul 10.00 AM WIB mulai minggu 16 November 2008 hingga 14 Desember 2008.

    Materi: Hilyah Tholabul Ilmi
    Pemateri: Ustadz Abdulloh Taslim, Lc (Mahasiswa S2 Universitas Madinah, KSA)

    Alternatif untuk mendengarkan di
    1. http://ngaji-online.com/

    2. http://ngaji-online.sytes.net:8006/listen.pls dengarkan melalui Winamp or Jet Audio or Real Player

    JANGAN LUPA… Kasih tau TEMAN agar mereka juga mendapat manfaat dan kebaikan dari acara tersebut…

    Author: ibnu.abdullah
    12 - October - 2008

    Kajian Hilyah Thalibul Ilmi dimulai kembali

    Alhamdulillah, kajian Hilyah Thaiibul Ilmu akan dimulai kembali hari ini pada:

    Tanggal: 12 Oktober 2008,

    Pukul: 15.00 WIB

    di yahoo conference, silahkan di add ID ngaji.online atau melalui web streaming di:

    http://ngaji-online.com/

    Dan menggunakan winamp, real-player, windows media player semacamnya, klik URL berikut:

    http://ngaji-online.sytes.net:8006/listen.pls

    JANGAN LUPA… Kasih tau TEMAN agar mereka juga mendapat manfaat dan kebaikan dari acara tersebut…

    Keterangan:

      1. Baca peraturan ngaji-online di http://ngaji-online.com/peraturan-peserta-ngaji-online/
      2. File-file kajian sebelumnya bisa di download di http://ngaji-online.co.cc
    Author: AnNajiyyah
    07 - August - 2008

    Hilyah Thalibil ‘Ilmi

    Oleh: Ustadz Abdullah Taslim, Lc

    Durasi: 82:35

    9.BERSIKAP KSATRIA

    Milikilah sifat ksatria, berupa keberanian, tegas dalam mengatakan kebenaran, berakhlak mulia, berkorban demi kebaikan agar engkau disegani orang lain, dan jauhilah sifat-siafat yang sebaliknya berupa tidak tabah, tidak sabar, tidak bermoral. Karena itu menghancurkan ilmu dan menyebabkan lisanmu tidak mau mengatakan sebuah kebenaran, yang berakibat pada pertikain pada saat tersebarnya racun-racun diantara hamba Allah yang shalih.

    10.MENJAUHI KEMEWAHAN

    Janganlah terus-menerus dalam kemewahan dan kemegahan karena sesungguhnya “sifat sederhana adalah sebagian dari iman”. ( Shahih, riwayat Abu Dawud:4161, Ibnu Majah:4118, ath-Thabrani dalam Mu’jam al-Kabiir:788, al-Baihaqi dalam Syu’bal Iman:V/228, ar-Rayani dalam musnadnya:1237 dari hadits Abu Umamah ).

    Read more…

     
    icon for podpress  hilyah thalibil 'ilmi 13: Play Now | Play in Popup | Download
    Author: AnNajiyyah
    24 - July - 2008

    Hilyah Thalibil ‘Ilmi

    Oleh: Ustadz Abdullah Taslim, Lc

    Durasi: 74:41

    7. HIASIALAH DIRI DENGAN KEINDAHAN ILMU

    Dari Imam ibnu Sirin beliau berkata: “Dulu para ulam mempelajari budi pekerti sebagaimana mereka mempelajari ilmu.”

    Dari Raja’ bin Haiwa,beliau berkata kepada seseorang: “Sampaikanlah kepadaku sebuah hadits, tapi jangan sampaikan hadits dari riwayat orang yang pura-pura mati (malas dalam beribadah), juga jangan dari orang yang suka mencela.”

    Kedua kisah diatas di ceritakan oleh al-Khatib al-Baghdadi dalam kitab al-Jami’, lalu beliau berkata: “Wajib bagi seorang penuntut ilmu hadits untuk menjauhi hal-hal sebagai berikut: suka bermain-main, berbuat yang sia-sia dan bersikap rendah dalam majlis ilmu seperti tertawa terbahak-bahak, banyak membuat lelucon,suka senantiasa bersenda gurau.Senda gurau itu hanya diperbolehkan kalau dilakukan kadang-kadang dan tidak berlebihan serta tidak keluar dari batasan adab-adab dan sopan santun dalam menuntut ilmu, adapun bercanda yang terus-menerus, mengucapkan ucapan kotor, jorok serta yang bisa menyakitkan hati,semua itu adalah perbuatan tercela. Sebab banyak senda gurau dan tertawa akan menghilangkan kewibawaan dan nilai ilmu seorang penuntut ilmu. (kitab al-Jami’) Read more…

     
    icon for podpress  Hilyah Thalibil Ilmi (12): Play Now | Play in Popup | Download
    Author: AnNajiyyah
    24 - July - 2008

    Hilyah Thalibil ‘Ilmi

    Oleh: Ustadz Abdullah Taslim, Lc.

    Durasi: 97:27

    6. QANA’AH DAN ZUHUD (lanjutan)

    Diriwayatkan dari imam asy-Syafi’i bahwasanya beliau berkata: “Seandainya ada seorang yang berwasiat agar memberikan sesuatu kepada orang yang paling berakal, maka harus diberikan kepada orang-orang yang zuhud.”

    Dari Imam Muhammad bin Hasan asy-Syaibani (murid Imam Abu Hanifah), beliau pernah ditanya: ”Mengapa Anda tidak menulis kitab mengenai masalah zuhud?” Beliau menjawab: “Saya telah menulis kitab tentang hukum jual beli.” Maksudnya bahwa orang yang zuhud adalah orang yang menjauhi segala perkara yang syubhat dan makruh pada saat transaksi lainnya, begitu pula dalam pekerjaan apapun.

    Maka hendaklah engkau bersikap seimbang dalam penghidupanmu dengan menjaga diri dn keluarga dari segala perkara yang membawa pada kehinaan dan kerendahan diri.Janganlah mengharapkan balasan harta dari ilmu yang kita miliki yang akan menyebabkan hilangnya kewibawaan diri dan ilmu yang kita miliki. Dan juga jangan terlalu berlebih-lebihan bila dikaruniai kelebihan harta yang menyebabkan orang lain akan iri dan mubadzir. Rasulullah Salallahu’alaihi wassalm bersabda yang artinya:

    “Sesungguhnya bagi setiap umat ada fitnahnya dan fitnah umatku adalah harta benda.” (HR.Tirmidzi) Read more…

     
    icon for podpress  Hilyah Thalibil Ilmi (11): Play Now | Play in Popup | Download
    Author: AnNajiyyah
    24 - July - 2008

    Hilyah Thalibil ‘Ilmi

    Oleh: Ustadz Abdullah Taslim, Lc

    Durasi: 69:54

    5. TAWADHU’ DAN TIDAK SOMBONG (lanjutan)

    Tentang biografi ‘Amr bin al-Aswad al-’Ansy rahimahullah (wafat pada masa kekhalifahan ‘Abdul malik bin Marwan), di kisahkan oleh Imam adz-Dzahabi yang konon apabila beliau keluar dari masjid pasti menggenggamkan tangan kanan pada tangan kirinya. Tatkala beliau ditanya: “Mengapa berbuat begitu?” Beliau menjawab: “Saya khawatir tangan saya ini akan berbuat kemunafikan.” Saya (adz-Dzahabi) berkata: “Beliau menggenggamnya karena takut akan melenggangkan tangannya tatkala sedang berjalan, karena perbuatan itu termasuk kesombongan.” (dalam Siyar A’laamin Nubalaa’).

    Hal sekecil ini sampai dikhawatirkan oleh al-’Ansy rahimahullah, oleh karena itu berhati-hatilah terhadap kesombongan yang mana karena sombong, iri dan dengki merupakan dosa pertama dalam bermaksiat kepada Allah Ta’ala. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-A’raaf:11-12 yang artinya:

    Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. “. Read more…

     
    icon for podpress  Hilyah Thalibil Ilmi (10): Play Now | Play in Popup | Download
    Author: Ummu Abdullah
    16 - July - 2008

    Mengikhlaskan Niat

    Oleh: Ustadz Abdullah Taslim, Lc.

    Durasi : 76:53

    Syaikh Bakr Abu Zaid menyatakan bahwa karena ilmu itu adalah ibadah, maka syarat pertama dalam menuntut ilmu tersebut adalah ikhlas karena Allah Ta’ala.

    Oleh karena itu setiap orang harus melepaskan diri dari segala niat yang dapat mengotori menyimpang, seperti keinginan untuk popularitas, atau dianggap lebih pandai daripada orang lain, atau menjadikan ilmu sebagai tangga untuk mencapai tujuan atau ambisi tertentu.

    Untuk menjadi thalibul ilmi yang sebenarnya, seseorang harus bersiap-siap untuk menerima kenyataan bahwa ikhlas itu menuntut anda untuk tidak mendapatkan sedikitpun dari apa yang diinginkan hawa nafsu. Sebagaimana dikatakan oleh salah seorang ulama bahwa tidak ada sesuatu pun dalam hati manusia yang paling dirasa berat oleh nafsu melebihi ikhlas, karena pada ikhlas tidak ada bagian sedikit pun dari nafsu.

    Kajian ini lebih jauh menjelaskan jenis-jenis penyakit hati yang sangat berbahaya dan akan mengotori keikhlasan niat dalam menuntut ilmu, sembari memperingatkan kepada kita agar berhati-hati, sehingga ilmu yang nantinya diperoleh benar-benar mengantarkan pemiliknya kepada keutamaan, dan bukannya justru menjerumuskan kepada kehancuran, sebagaimana hadits dari Abu Hurairah mengenai tiga orang yang melakukan ketaatan namun niatnya rusak karena tujuan dunia, sehingga mereka menjadi orang-orang pertama yang menjadi bahan bakar neraka. (Lihat HR Muslim, dll.)

     
    icon for podpress  Mengikhlaskan Niat: Play Now | Play in Popup | Download
    Author: Ummu Abdullah
    16 - July - 2008

    Menuntut Ilmu adalah Ibadah

    Oleh: Ustadz Abdullah Taslim Lc.

    Durasi : 61:04

    Pembahasan Pasal Pertama Hilyah Thalibul Ilmi: Adab seorang penuntut ilmu dalam dirinya.

    Berkata Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah, “Ilmu adalah ibadah.”

    Termasuk landasan utama dalam pembahasan Hilyah Thalibul ilmu, bahkan semua perkara yang dituntut oleh Allah adalah bahwasanya engkau mengilmui bahwasanya ilmu itu adalah ibadah, bahkan merupakan sebesar-besar ibadah, karena hanya dengan ilmu kita bisa memperbaiki hubungan dengan Allah, bisa menunaikan kewajiban-kewajiban dengan sempurna.

    Karena itu janganlah berkecil hati bagi mereka yang tidak dapat menuntut ilmu secara penuh, hal itu bisa diatasi dan jika sungguh-sungguh berusaha memaksimalkan waktu yang ada. Karena Allah akan memberi hidayah sesuai dengan kesungguhan seseorang, sebagaimana Allah berfirman:

    وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

    “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al-Ankabut [29] : 69)

    Ibnu Qayyim menafsirkan ayat tersebut mengatakan Allah menggandengkan hidayah dengan kesungguhan manusia. Maka orang yang paling sempurna mendapatkan hidayah adalah orang yang paling besar kesungguhannya.

    Sebagai lanjutan dari kajian terdahulu, kajian kedua ini lebih jauh menekankan keutamaan ilmu dan orang-orang yang mempelajari serta mengamalkannya. Seperti apakah keutamaan ilmu itu dan bagaimana meraihnya, serta bagaimana mewujudkan ilmu sebagai ibadah, apakah syarat-syarat yang harus dipenuhinya? Temukan jawabannya dalam kajian ini.

     

     
    icon for podpress  Menuntut Ilmu adalah Ibadah (2): Play Now | Play in Popup | Download
    Author: Abu Farhan
    27 - June - 2008

    Muqadimah (Hilyah Tholibil Ilmi)

    Oleh : ustadz Abdullah Taslim, Lc.

    Durasi : 68:12

    Al-Ustadz membuka kajiannya dengan memaparkan secara singkat biografi Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid beserta karya-karya beliau rahimahullah.

    Adapun mengenai pembahasan kitab Perhiasan (adab-adab) Penuntut Ilmu ini tidak dikhususkan kepada orang-orang yang mendalami ilmu agama di pondok-pondok dan semisalnya. Pembahasan ini juga bermanfaat untuk mereka yang ingin mempelajari ilmu agama, bahwa semua orang berhak meraih keutamaan ilmu.

    Sebagai muqadimah sebelum pembahasan kitab yang dimaksud, kajian ini menitikberatkan pada pembahasan mengenai keutamaan ilmu, diantaranya menukil hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam, “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah pahamkan baginya agamanya.” (HR Muslim dari Mua’wiyah radhiallahu anhu). Hadits ini seharusnya menjadikan kita waspada bahwa jika kita tidak paham mengenai agama ini, berarti bahwa Allah tidak menghendaki kebaikan kepada diri kita.

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga bersabda, “Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi. Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar juga tidak dirham namun mereka mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya, sungguh ia mendapatkan keberuntungan yang besar.” (HR Abu Dawud dan lain-lain).

    Kedua hadits di atas menunjukkan keutamaan ilmu yang tiada taranya. Abdullah Ibnu Mubarak berkata, “Aku tidak mengetahui setelah tingkatan kenabian yang lebih utama dalam agama ini melebihi orang-orang yang mempelajari dan menyebarkan agama ini.”

    Meraih keutamaan ilmu tersebut tentu saja ada syarat-syarat dan petunjuk-petunjuk yang harus diketahui, sebagaimana sabda Rasulullah: “Sesungguhnya ilmu itu hanya diperoleh dengan menuntut ilmu dan mengikuti adab-adabnya.” (HR Bukhari dalam Adabul Mufrad) Oleh karena itulah para ulama memberikan perhatian besar untuk membahas adab-adab dalam menuntut ilmu dan menerangkan dalam kitab-kitab mereka.

    Secara menyeluruh kajian ini memberikan motivasi bagi setiap Muslim agar bersungguh-sungguh menuntut ilmu karena keutamaannya yang sangat besar. Terlebih lagi karena ilmu tersebut akan memberikan manfaat perbaikan bagi diri seseorang, baik ibadah, akhlak, perkataan dan perbuatan, sebagaimana yang dipaparkan dalam kajian ini, betapa pengaruh baik ilmu agama pada diri seseorang dapat kita pelajari dari biografi para salaf.

     
    icon for podpress  Muqadimah: Play Now | Play in Popup | Download