<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Ngaji Online &#187; Hilyah</title>
	<atom:link href="http://ngaji-online.com/tag/hilyah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ngaji-online.com</link>
	<description>Kajian Islam Bermanhaj Salaf</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Sep 2009 01:05:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<!-- podcast_generator="podPress/8.8" -->
		<copyright>&#xA9; </copyright>
		<managingEditor>kontak@ngaji-online.com ()</managingEditor>
		<webMaster>kontak@ngaji-online.com()</webMaster>
		<category></category>
		<ttl>1440</ttl>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Kajian Online Bermanhaj Salaf</itunes:summary>
		<itunes:author></itunes:author>
		<itunes:category text="Society &amp; Culture"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name></itunes:name>
			<itunes:email>kontak@ngaji-online.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://ngaji-online.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://ngaji-online.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>Ngaji Online</title>
			<link>http://ngaji-online.com</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>Hilyah Thalibul Ilmi 2009/01/11</title>
		<link>http://ngaji-online.com/2009/01/11/hilyah-thalibul-ilmi-20090111/</link>
		<comments>http://ngaji-online.com/2009/01/11/hilyah-thalibul-ilmi-20090111/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 08:31:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnu.abdullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hilyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngaji-online.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[ 
Hilyah Thalibul Ilmi 2009/01/11.

Pengulangan sedikit dari materi-materi sebelumnya.
Asingnya ilmu yg bermanfaat bahkan di kalangan penuntut ilmu, dikarenakan ada yang mengamalkan  ilmu tersebut dan ada yang tidak
Penjelasan mengenai belajar melalui buku2 saja tanpa bimbingan dari ulama, bolehkah?

Pertanyaan-pertanyaan:
1. Ustadz, semoga Antum selalu dalam lindungan Allah. Bagaimana dengan mereka yang mengatakan bahwa wanita itu seperti barang/budak, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ngaji-online.com/2009/01/11/hilyah-thalibul-ilmi-20090111/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
<enclosure url="http://ngaji-online.co.cc/download/audio/20090111-Hilyah%20Thalibil%20Ilmi.mp3" length="15299076" type="audio/mpeg" />
		</item>
		<item>
		<title>Mengikhlaskan Niat</title>
		<link>http://ngaji-online.com/2008/07/16/mengikhlaskan-niat/</link>
		<comments>http://ngaji-online.com/2008/07/16/mengikhlaskan-niat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 15:19:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Abdullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hilyah]]></category>
		<category><![CDATA[Niat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngaji-online.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ustadz Abdullah Taslim, Lc.
Durasi : 76:53
Syaikh Bakr Abu Zaid menyatakan bahwa karena ilmu itu adalah ibadah, maka syarat pertama dalam menuntut ilmu tersebut adalah ikhlas karena Allah Ta’ala.
Oleh karena itu setiap orang harus melepaskan diri dari segala niat yang dapat mengotori menyimpang, seperti keinginan untuk popularitas, atau dianggap lebih pandai daripada orang lain, atau [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ngaji-online.com/2008/07/16/mengikhlaskan-niat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
			<enclosure url="http://ngaji-online.co.cc/download/audio/20080413%20mengikhlaskan%20niat.mp3" length="1" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Oleh: Ustadz Abdullah Taslim, Lc.
Durasi : 76:53
Syaikh Bakr Abu Zaid menyatakan bahwa karena ilmu itu adalah ibadah, maka syarat pertama dalam menuntut ilmu tersebut adalah ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Oleh: Ustadz Abdullah Taslim, Lc.
Durasi : 76:53
Syaikh Bakr Abu Zaid menyatakan bahwa karena ilmu itu adalah ibadah, maka syarat pertama dalam menuntut ilmu tersebut adalah ikhlas karena Allah Tarsquo;ala.
Oleh karena itu setiap orang harus melepaskan diri dari segala niat yang dapat mengotori menyimpang, seperti keinginan untuk popularitas, atau dianggap lebih pandai daripada orang lain, atau menjadikan ilmu sebagai tangga untuk mencapai tujuan atau ambisi tertentu.
Untuk menjadi thalibul ilmi yang sebenarnya, seseorang harus bersiap-siap untuk menerima kenyataan bahwa ikhlas itu menuntut anda untuk tidak mendapatkan sedikitpun dari apa yang diinginkan hawa nafsu. Sebagaimana dikatakan oleh salah seorang ulama bahwa tidak ada sesuatu pun dalam hati manusia yang paling dirasa berat oleh nafsu melebihi ikhlas, karena pada ikhlas tidak ada bagian sedikit pun dari nafsu.
Kajian ini lebih jauh menjelaskan jenis-jenis penyakit hati yang sangat berbahaya dan akan mengotori keikhlasan niat dalam menuntut ilmu, sembari memperingatkan kepada kita agar berhati-hati, sehingga ilmu yang nantinya diperoleh benar-benar mengantarkan pemiliknya kepada keutamaan, dan bukannya justru menjerumuskan kepada kehancuran, sebagaimana hadits dari Abu Hurairah mengenai tiga orang yang melakukan ketaatan namun niatnya rusak karena tujuan dunia, sehingga mereka menjadi orang-orang pertama yang menjadi bahan bakar neraka. (Lihat HR Muslim, dll.)</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Hilyah</itunes:keywords>
		<itunes:author>kontak@ngaji-online.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Menuntut Ilmu adalah Ibadah</title>
		<link>http://ngaji-online.com/2008/07/16/menuntut-ilmu-adalah-ibadah/</link>
		<comments>http://ngaji-online.com/2008/07/16/menuntut-ilmu-adalah-ibadah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 13:24:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Abdullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hilyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngaji-online.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh: Ustadz Abdullah Taslim Lc.
Durasi : 61:04
Pembahasan Pasal Pertama Hilyah Thalibul Ilmi: Adab seorang penuntut ilmu dalam dirinya.
Berkata Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah, “Ilmu adalah ibadah.”
Termasuk landasan utama dalam pembahasan Hilyah Thalibul ilmu, bahkan semua perkara yang dituntut oleh Allah adalah bahwasanya engkau mengilmui bahwasanya ilmu itu adalah ibadah, bahkan merupakan sebesar-besar ibadah, karena hanya [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ngaji-online.com/2008/07/16/menuntut-ilmu-adalah-ibadah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
			<enclosure url="http://ngaji-online.co.cc/download/audio/20080406%20menuntut%20ilmu%20ibadah.mp3" length="1" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Oleh: Ustadz Abdullah Taslim Lc.
Durasi : 61:04
Pembahasan Pasal Pertama Hilyah Thalibul Ilmi: Adab seorang penuntut ilmu dalam dirinya.
Berkata Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah, ldquo;Ilmu adalah ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Oleh: Ustadz Abdullah Taslim Lc.
Durasi : 61:04
Pembahasan Pasal Pertama Hilyah Thalibul Ilmi: Adab seorang penuntut ilmu dalam dirinya.
Berkata Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah, ldquo;Ilmu adalah ibadah.rdquo;
Termasuk landasan utama dalam pembahasan Hilyah Thalibul ilmu, bahkan semua perkara yang dituntut oleh Allah adalah bahwasanya engkau mengilmui bahwasanya ilmu itu adalah ibadah, bahkan merupakan sebesar-besar ibadah, karena hanya dengan ilmu kita bisa memperbaiki hubungan dengan Allah, bisa menunaikan kewajiban-kewajiban dengan sempurna.
Karena itu janganlah berkecil hati bagi mereka yang tidak dapat menuntut ilmu secara penuh, hal itu bisa diatasi dan jika sungguh-sungguh berusaha memaksimalkan waktu yang ada. Karena Allah akan memberi hidayah sesuai dengan kesungguhan seseorang, sebagaimana Allah berfirman:


وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

ldquo;Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.rdquo; (QS Al-Ankabut [29] : 69)


Ibnu Qayyim menafsirkan ayat tersebut mengatakan Allah menggandengkan hidayah dengan kesungguhan manusia. Maka orang yang paling sempurna mendapatkan hidayah adalah orang yang paling besar kesungguhannya.
Sebagai lanjutan dari kajian terdahulu, kajian kedua ini lebih jauh menekankan keutamaan ilmu dan orang-orang yang mempelajari serta mengamalkannya. Seperti apakah keutamaan ilmu itu dan bagaimana meraihnya, serta bagaimana mewujudkan ilmu sebagai ibadah, apakah syarat-syarat yang harus dipenuhinya? Temukan jawabannya dalam kajian ini.
nbsp;</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Hilyah</itunes:keywords>
		<itunes:author>kontak@ngaji-online.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Muqadimah (Hilyah Tholibil Ilmi)</title>
		<link>http://ngaji-online.com/2008/06/27/muqadimah-hilyah-tholibil-ilmi/</link>
		<comments>http://ngaji-online.com/2008/06/27/muqadimah-hilyah-tholibil-ilmi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 07:04:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Farhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hilyah]]></category>
		<category><![CDATA[tholibul ilmi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngaji-online.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : ustadz Abdullah Taslim, Lc.
Durasi : 68:12
Al-Ustadz membuka kajiannya dengan memaparkan secara singkat biografi Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid beserta karya-karya beliau rahimahullah.
Adapun mengenai pembahasan kitab Perhiasan (adab-adab) Penuntut Ilmu ini tidak dikhususkan kepada orang-orang yang mendalami ilmu agama di pondok-pondok dan semisalnya. Pembahasan ini juga bermanfaat untuk mereka yang ingin mempelajari ilmu [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ngaji-online.com/2008/06/27/muqadimah-hilyah-tholibil-ilmi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
			<enclosure url="http://ngaji-online.co.cc/download/audio/20080330-muqoddimah.mp3" length="16373909" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Oleh : ustadz Abdullah Taslim, Lc.

Durasi : 68:12

Al-Ustadz membuka kajiannya dengan memaparkan secara singkat biografi Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid beserta karya-karya beliau rahimahullah.

Adapun ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Oleh : ustadz Abdullah Taslim, Lc.

Durasi : 68:12

Al-Ustadz membuka kajiannya dengan memaparkan secara singkat biografi Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid beserta karya-karya beliau rahimahullah.

Adapun mengenai pembahasan kitab Perhiasan (adab-adab) Penuntut Ilmu ini tidak dikhususkan kepada orang-orang yang mendalami ilmu agama di pondok-pondok dan semisalnya. Pembahasan ini juga bermanfaat untuk mereka yang ingin mempelajari ilmu agama, bahwa semua orang berhak meraih keutamaan ilmu. 

Sebagai muqadimah sebelum pembahasan kitab yang dimaksud, kajian ini menitikberatkan pada pembahasan mengenai keutamaan ilmu, diantaranya menukil hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam, ldquo;Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah pahamkan baginya agamanya.rdquo;  (HR Muslim dari Muarsquo;wiyah radhiallahu anhu). Hadits ini seharusnya menjadikan kita waspada bahwa jika kita tidak paham mengenai agama ini, berarti bahwa Allah tidak menghendaki kebaikan kepada diri kita.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga bersabda, ldquo;Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi. Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar juga tidak dirham namun mereka mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya, sungguh ia mendapatkan keberuntungan yang besar.rdquo; (HR Abu Dawud dan lain-lain).

Kedua hadits di atas menunjukkan keutamaan ilmu yang tiada taranya. Abdullah Ibnu Mubarak berkata, ldquo;Aku tidak mengetahui setelah tingkatan kenabian yang lebih utama dalam agama ini melebihi orang-orang yang mempelajari dan menyebarkan agama ini.rdquo;

Meraih keutamaan ilmu tersebut tentu saja ada syarat-syarat dan petunjuk-petunjuk yang harus diketahui, sebagaimana sabda Rasulullah: ldquo;Sesungguhnya ilmu itu hanya diperoleh dengan menuntut ilmu dan mengikuti adab-adabnya.rdquo; (HR Bukhari dalam Adabul Mufrad) Oleh karena itulah para ulama memberikan perhatian besar untuk membahas adab-adab dalam menuntut ilmu dan menerangkan dalam kitab-kitab mereka.

Secara menyeluruh kajian ini memberikan motivasi bagi setiap Muslim agar bersungguh-sungguh menuntut ilmu karena keutamaannya yang sangat besar. Terlebih lagi karena ilmu tersebut akan memberikan manfaat perbaikan bagi diri seseorang, baik ibadah, akhlak, perkataan dan perbuatan, sebagaimana yang dipaparkan dalam kajian ini, betapa pengaruh baik ilmu agama pada diri seseorang dapat kita pelajari dari biografi para salaf.
</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Hilyah</itunes:keywords>
		<itunes:author>kontak@ngaji-online.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
	</channel>
</rss>
